Olahraga

Fanatisme Sempit Berujung Maut

Sejarah mencatat, suporter tewas karena terjadinya perseteruan dengan suporter lawan. Los Borrachos del Tablon, pendukung fanatik  dari Riverplate, membunuh dua orang suporter dari Boca Junior di ajang Torneo Apertura, November 2013 setelah sehari sebelumnya Riverplate dipermalukan oleh Boca Junior, 2-0.

Tidak ada kalah dalam sepakbola, “keinginan” kalah dan menerimanya secara lapang dada adalah hal yang sangat naif. Terlepas dari sikap para pemain dilapangan, ketika menang bersorak sorai, dan ketika kalah menunduk malu bahkan terlihat frustasi. Karena, dalam setiap kompetisi, apapun, semua ingin menang tanpa bersedia kalah.

Hal itu menjadi sebuah pendorong, betapa kerasnya keinginan para pemain ke-12, suporter. Berada di tribun, menyanyikan lagu dan yel – yel, menyuntik semangat tim kesayangannya agar bermain apik dan meraih kemenangan.

Namun sayangnya, ketika kalah, maka bisa menjadi sesuatu yang fatal. Beberapa kejadian, dalam pertandingan sepakbola, para suporter sangat gahar dalam menerima kekalahan kesebalasan yang didukungnya.

Sejarah mencatat, suporter tewas karena terjadinya perseteruan dengan suporter lawan. Los Borrachos del Tablon, pendukung fanatik  dari Riverplate, membunuh dua orang suporter dari Boca Junior di ajang Torneo Apertura, November 2013 setelah sehari sebelumnya Riverplate dipermalukan oleh Boca Junior, 2-0.

Bentrokan besar dengan nuansa politis di Mesir, 79 orang tewas karena kalahnya Al Masry dari Al Ahli. Suporter Al Masry merangsek ke lapangan menyerang para pemain Al Ahli kemudian beralih ke para suporter lawan. Sayangnya, seperti terjadi pembiaran oleh pihak kepolisian setempat.

Di Indonesia sendiri, seperti di kutip dari tempo.co, Save Our Soccer merilis sejak 1994 hingga Oktober 2016 sudah 64 orang tewas karena perseteruan antar suporter. Rivalitas 90 menit tidak menjadi aturan baku, karena fanatisme yang berlebih dan membuat orang lupa akan norma dan aturan, serta menyiak – nyiakan nyawa orang lain.

Di bulan Juli 2017, Ricko, boboth Persib Bandung harus meregang nyawa karena menjadi korban salah sasaran di Gelora Bandung Lautan Api. Saat terjadi keributan antar Viking dan The Jak di salah satu tribun, Ricko menghampiri dengan maksud hanya sekedar melihat. Dan sebelumnya, Ricko melepas baju Vikingnya karena ia kegerahan.

Sayangnya, ia menjadi bulan – bulanan sesama bobotoh, karena salah satu yang dikeroyok sebelumnya berlindung di balik badan Ricko. Padahal, Ricko sendiri sempat menunjukkan KTP domisili Bandung dan berteriak “ aing orang Bandung, aing orang Bandung”.  (gie)

Facebook Comments
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com