Berita Olahraga

Pelatihan Militer untuk Tim Nasional Indonesia

“ Pelatihan militer akan membuahkan tiga hal, ketaatan menerima perintah, kekompakan dan kesadaran mendahulukan kepentingan kelompok,” ujar Manila dalam biografinya yang mengakui cara Kardono dalam membentuk tim nasional yang kuat, disiplin dan profesional.

Inspirasi almarhum Kardono, Ketua Umum PSSI periode 1983-1991, banyak hal yang bisa dipetik dari masa kepemimpinan jenderal bintang tiga TNI AU ini. Kedisiplinan dan soliditas, serta semangat patriotik.

Hal tersebutlah yang tetap berkilau hingga saat ini, periode kepemimpinan almarhum Kardono. Dari buku biografi IGK Manila, Panglima Gajah, Manajer Juara (2017), Manila menceritakan strategi Kardono yang mengirimkan anak asuhnya ke barak militer selama sebulan penuh. Manila mengakui, pendidikan militer telah membentuk karakter, gaya permainan, rasa disiplin dan sikap professional.

Selama sebulan penuh, tim nasional digembleng di Pusat Pendidikan Polisi Militer di Cimahi. Saat itu, yang menjadi komandan Pusdik adalah IGK Manila dengan pangkat Kolonel.

“ Pelatihan militer akan membuahkan tiga hal, ketaatan menerima perintah, kekompakan dan kesadaran mendahulukan kepentingan kelompok,” ujar Manila dalam biografinya yang mengakui cara Kardono dalam membentuk tim nasional yang kuat, disiplin dan profesional.

Terbukti, tim nasional sepakbola Indonesia mampu menunjukan taringnya pada ajang SEA Games 1987 yang membawa pulang medali emas. Almarhum Kardono sendiri pada Sabtu (23/09) baru menerima Life Service Award pada AFF Awards 2017 atas sumbangsihnya kepada kemajuan sepakbola di Indonesia dan Asean. Penghargaan diberikan oleh MR Zaw Zaw selaku wakil presiden AFF kepada anak kelima almarhum Kardono, Woro Indriarti Wijanarko. (gie)

 

Facebook Comments
Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com