Otomotif Ulasan

Tetap Eksis, Rawat Moge dengan Tepat

Motor gede adalah salah satu hobi yang digemari kaum menengah keatas. Berbagai kepenatan, tekanan dalam bisnis, pekerjaan dan keseharian, mengendarai dan modifikasi motor gede adalah saluran yang mampu menghilangkan kepenatan tersebut ditambah meluasnya jaringan pertemanan disertai kepentingan bisnis.

Salah satu hal demi terjaganya konsistensi dalam pergaulan di dunia motor gede adalah perawatan, agar di akhir pekan saat kumpul di sabtu atau minggu pagi, ataupun aktifitas touring, kondisi tunggangan tetap prima.

Dalam masalah perawatan motor gede atau moge, biasanya bikers sedikit bingung tentang apa yang perlu diperhatikan mengenai cara perawatannya. Padahal dalam perlakuannya tak sebegitu ribet dengan apa yang bikers pikirkan.

Hal yang harus diperhatikan, pertama dalam perawatan adalah sektor pengapian (aki). Yang mana aki juga merupakan bagian dari kehidupan efektifitas moge. Selain itu, bikers juga harus mengganti oli moge nya secara rutin dengan merek pilihan masing-masing bikers, dimana dalam hal ini bikers moge jangan terpacu waktu penggantian oli.

Misalkan, biasanya bikers mengganti oli dalam kurun waktu sebulan sekali, tapi gantilah oli menurut patokan kilometer atau yang lebih baik lagi bila bikers menggantinya sebelum waktu nya ganti oli.

Ada pula masalah tekanan angin pada ban. Hal tersebut dapat menjadi kendala bikers dalam mengendarai moge, karena kurangnya tekan angin, komstir moge serasa bengkok. Lanjut daripada itu, bikers sebaiknya menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi untuk minum si-moge.

Agar si-moge dapat berlari dengan kencang dan mesin menjadi halus, namun jika keberatan gunakan saja hot pils yang dapat dicampurkan kedalam bahan bakar Premium ataupun Pertamax.

Selain itu yang dibutuhkan adalah sikap kepedulian bikers terhadap moge nya. rawatlah moge sebaik-baiknya dengan perawatan sempurna, supaya saat bikers berjalan dengan si-moge dapat memberikan kenyamanan dan  ketenangan tanpa si-moge harus ngambek. (Diky Sastra)
Pelatih tim sepak bola nasional Indonesia U16 Fakhri Husaini mengaku memanfaatkan serangan balik sebagai strategi untuk menaklukkan tim tuan rumah Thailand pada laga penyisihan grup G pertandingan kualifikasi Piala AFC U16 2018 yang berlangsung di Stadion Rajamangala Bangkok, Thailand, Rabu malam.

“Kami menyadari potensi para pemain kami yang mempunyai kecepatan sehingga kami mengandalkan serangan balik,” kata Fakhri selepas pertandingan di Bangkok dalam keterangan tertulis Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diterima Antara di Jakarta.

Pada pertandingan ketiga grup G itu, tim Garuda muda mempermalukan tim Gajah Putih sebagai tuan rumah 1-0 lewat gol Amanar Abdillah pada menit ke-20.

“Pemain Thailand juga banyak meninggalkan celah pada lini pertahanan mereka sehingga mudah bagi kami untuk memanfaatkannya,” kata Fakhri.

Meskipun telah berkontribusi pada kemenangan tim, Fakhir lantas mengganti Amanar dengan Amiruddin Bagus Alfikri pada babak kedua menyusul kondisi fisik Amanar.

“Berdasarkan keterangan dokter, Amanar mendapatkan sakit mata dan mengakibatkan alergi. Saya sudah konsultasi dengan dokter dan menggantinya dengan Bagus. Sedangkan Rendy perlu diganti karena kami butuh pemain yang kuat dalam penguasaan bola,” ujar Fakhri.

Tim Merah-Putih, lanjut Fakhri, banyak mengevaluasi penampilan mereka setelah menghadapi atas tim unggulan di Asia Tenggara itu pada kejuaraan Piala AFF 2017 pada Juli dengan mengubah susunan pemain.

“Kami bangga dengan hasil pertandingan malam ini karena para pemain dapat memenangkan pertandingan atas Thailand,” kata Fakhri.

Sementara, Amanar mengaku gol tunggalnya yang mengantarkan kemenangan tim Indonesia merupakan kerja bersama rekan-rekan satu timnya.

“Saya akan berjuang terus terus sampai pertandingan terakhir melawan tim Laos. Terimakasih kepada para pendukung yang selalu memberikan semangat kepada kami,” ujar Amanar.

Kemenangan atas Thailand pun semakin menguatkan posisi Indonesia pada peringkat pertama grup G kualifikasi Piala AFC U-16 2018 dengan sembilan poin dan koleksi 22 gol.

Sebelumnya pada laga perdana yang berlangsung Sabtu (16/9), Indonesia mendapatkan kemenangan besar 18-0 atas tim Kepulauan Mariana Utara.

Kemudian pada pertandingan kedua dengan Timor-Leste pada Senin (18/9), tim Merah-Putih juga meraih kemenangan yaitu 3-1 lewat trigol Sutan Zico.

Indonesia masih mempunyai satu laga tersisa dalam grup G untuk menghadapi tim Laos pada Jumat (22/9). Pada laga itu, Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke pertandingan utama Piala AFC U16 2018 yang akan berlangsung di Malaysia.

Garuda Asia akhirnya mesatikan diri ke putaran final Piala AFF U-16 2018 setelah menumbangkan Laos dengan skor 3-0 di stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Jumat (22/9) tadi.

Hal ini menjadikan tim nasional Indonesia U-16 dibawah asuhan Fachri Husaini kkeluar sebagai juara Group dengan raihan poin 12. Di laga pembuka Indonesia melumat Kepulauan Mariana Utara dengan skor telak 18-0, kemudian mengalahkan Timor LEste dengan skor 3-1, serta membalas kekalahan para seniornya dengan mengalahkan Thailan dengan skor tipis 1-0.

Laga berjalan seru, Indonesia memainkan permainan terbuka sebagai ambisi untuk menyerang dan menekan serta membalas kekalahan di Piala AFF U-15 2015 lalu. Pasukan Fachri Husaini terus menerus memberikan tekanan yang agresif, hingga gawang Laos terkoyak oleh Sutan Diego Armando Zico di menit ke-26. Laos pun tertinggal 1-0 hingga turun minum.

Di babak kedua, Indonesia tidak menurunkan tensi tekanan, walaupun Laos mencoba membangun serangan namun garda pertahan merah putih tetap konsisten mengamankan gawang.

Di menit ke-59, Garuda Asia mampu melipatgandakan angka menjadi 2-0 melalui sepakan kaki kiri Sutan Zico setelah mendapatkan umpan silang yang tepat dan terarah.

Tertinggal 2-0, Laos tak menyerah dan terus membangun pola serangan ke lini pertahanan. Ancaman yang berarti hanyalah sepakan dari Phoutthalak Thongsanith dari luar area 12 pas, namun masih belum terarah. Sepakan tersebut menjadi bukti pertahanan Indonesia sangat kokoh, hingga tidak mampu mendekati area kritis.

Gol yang membulatkan kemenangan Indonesia terjadi di babak injury time setelah penjaga gawang Laos, Dim Phoutthavong , melanggar pemain Indonesia. Akhirnya melalui tendangan dari titik 12 pas Rendy Juliansya dikonversi menjadi gold an mengokohkan Garuda Asia keluar sebagai juara grup G dan lolos ke putaran final 2018 di Malaysia.

 

Facebook Comments

About the author

Redaksi Jagatberita

Add Comment

Click here to post a comment

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com