Azan Di Remix, MNet Korea Tuai Kecaman

Jagatberita.com – Tagar #ADZANBUKANMAINAN dan #MNETDisrespectAdzan menjadi trending topic Twitter di Indonesia. Hingga saat ini lebih dari 21ribu dan 31 ribu dicuitkan warga net.

Kehebohan di Twitter ini didasari atas reaksi netizen muslim Indonesia atas sebuah program acara di Stasiun TV MNET korea. Di salah satu episode Street Fighter Woman yang di tayangkan di stasiun tersebut, menampilkan sebuah tayangan dengan latar music Adzan yang di remix.

Read More
Visualisasi Street Figter Woman (jagatberita.com)

Street Fighter Woman sendiri merupakan acara kompetisi menari yang dipandu oleh Kang Daniel dan Juri oleh Psy .

MNEt menuai kecaman dari umat Islam seluruh dunia, karena dianggap tidak menghormpanati umat Islam. Bagi umat Islam Adzan adalah sebuah seruan atau panggilan untuk beribadah.

Mnet mengatakan bahwa latar suara tersebut telah terdaftar di situs streaming resmi. Tim Produksi menyampaikan audio dari lagu tersebut cocok sebagai latar program.

Namun karena mendapat kritikan MNet  akhirnya meminta maaf.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidak nyamanan yang tidak diinginkan, yang ditimbulkan oleh irama khusus itu” tulis tim produksi MNet Street Woman Fighter melalui akun Instagram resmi MNet dance dengan bahasa Korea dan Inggris Rabu (8/9/2021)

Kasus MNet ini harusnya menjadi pelajaran bagi panggung hiburan Korea untuk lebih berhati-hati dalam penayangan acara hiburan yang diproduksinya.

Belum lama ini salah satu drama yang diproduksi di korea  juga menampilkan unsur rasisme. Yang berujung kecaman dari netizen Indonesia. Yang akhirnya drama tersebut harus dihentikan dari penayangannya.

Baca Juga :   Siapa Tak Mau Pahala Investasi?

Apalagi kali ini yang di singgung adalah Adzan, panggilan khusus yang telah di atur di dalam syariat (hukum) Islam.

Sejarah Adzan

Dalam sejarah Islam adzan pertama kali di kumandangkan di Madinah setelah Rasulullah Muhammad berhasil mendirikan pemerintahan Islam di kota itu. Hal awal yang dilakukan oleh Rasulullah dalam pemerintahannya adalah menyatukan kaum muslimin, yang kedua membuat masjid dan mengajak kaum laki-laki untuk selalu shalat berjamaah.

Pada masa awal setelah hijrah kaum muslimin belum mempunyai panggilan khusus untuk mereka segera melaksanakan shalat berjamaah. Lalu hal tersebut menjadi perbincangan serius diantara Rasulullah dan para sahabat karena terkait hal yang akan memudahkan pelaksanaan ibadah bagi mereka.

Ada yang mengusulkan dengan menyalakan api. Tapi Rasulullah tidak menyetujuinya. Karena mirip dengan budaya kaum majusi atau para penyembah api.

Ada yang mengusulkan dengan meniup terompet, tapi rasulullah tidak suka. Karena hal tersebut mirip dengan orang yahudi. Ad juga yang mengatakan bagaimana jika dengan lonceng. Namun Rasulullah juga tidak setuju. Karena hal tersebut merupakan penyerupaan dengan orang nasrani.

Pembicaraan tentang adzan ini ternyata tidak selesai dalam satu waktu . Sampai seorang sahabat Nabi bernama Abdullah Bin Zaid bermimpi dalam mimpinya ia berniat membeli An Naqus yang sebenarnya akan diperuntukkan untuk memanggil orang untu shalat. Namun penjual dalam mimpinya itu menyarankan lafadz tertentu, seperti yang kita dengar pada Adzan:

Keesokan harinya Abdullah bin Zaid menceritakannya kepada Rasulullah dan beliau membenarkan mimpinya, lalu menyuruh Abdullah mengajarkannya kepada Bilal dan Bilalpun menjadi Muadzin pertama dalam Islam.

Related posts