Eropa Curigai TikTok Transfer Data Pengguna Ke China

Eropa Curigai Tiktok Lakukan Transfer Data Ke China (jagatberita.com)

Jagatberita.com – Tiktok mendapatkan serangan dari Eropa, terkait perlindungan data para penggunanya. Eropa curiga tiktok telah melakukan penyalahgunaan data terkait pengguna anak-anak dan menduga, raksasa informasi ini telah mentransfer data ke China.

Eropa melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah beberapa Negara anggotanya seperti Italia, meminta Tiktok memeriksa ulang penggunanya.

Read More

Dilansir dari TechCrunch, Rabu (15/9/2021) mereka mempertanyakan “Apakah Tiktok mematuhi General Data Protection Regular (GDPR) ketika menangani data anak-anak atau tidak?” atas kecurigaannya ini Komisi Data atau Data Protection Commission (DPC) yang berpusat di Irlandia, melakukan investigasi mendalam pada Raksasa Informasi itu.

Mereka melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai transfer data Tiktok ke China. Sebagai bentuk pengamanan mereka akan melakukan pemeriksaan berdasarkan risiko keamanan data pengguna di Eropa.

Italia juga mempunyai kekhawatiran yang besar terhadap Tiktok, sebagai platform video pendek ini, yang menimbulkan pengaruh yang berbahaya bagi penggunanya terutama anak-anak.

Sejalan dengan ini Kelompok Perlindungan Konsumen di Eropa juga mengangkat berbagai permasalahan keamanan dan privasi anak di Tiktok.

GDPR sebenarnya memberikan aturan batasan tentang informasi anak-anak. Aturan ii juga memuat batasan usia untuk menyetujui penggunaan data mereka.

Pengaturan batasan usia di tiap Negara berbeda-beda. Tergantung persetujuan masing-masing Negara. Ada yang mulai mengijinkan usia 13 tahun, ada yang baru mengijinkan setelah usia 16 tahun.

Merespon kekhawatiran ini, Juru bicara Tiktok mengatakan, “keamanan data pribadi pengguna terutama anak-anak merupakan prioritas. Kami menerapkan kebijaan dan control ekstensif untuk melindungi data pengguna” tuturnya.

Baca Juga :   Fakta Menarik Seputar Princess Leonor

Menurut pihaknya, Tiktok telah melakukan penghapusan setengah juta akun yang tidak bisa memverivikasi data bahwa mereka bukan anak-anak.

Eropa Curigai Tiktok Lakukan Transfer Data Ke China (jagatberita.com)

Bahkan, pada bulan agustus lalu Tiktok melakukan pengetatan privasi khususnya untuk para remaja. Mereka menargetkan pengguna usia 13 dan 17.

Kedepan tiktok juga akan memperbarui fiturnya sehingga para pengguna dapat memilih siapa audiennya sebelum mengunggah.

Mengenai Transfer Data ke China, Pihak TikTok mengatakan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran apapun.

Kekhawatiran Eropa ini sangat berdasar, penting bagi otoritas pemerintahan untuk melindungi warganya dari kejahatan terutama pada anak yang semakin merebak.

 

 

Related posts