Pemerintah Targetkan 2024 Kemiskinan Selesai

Jagatberita.com – Kemiskinan masih menjadi PR besar bagi Pemerintah Indonesia. Pada kesempatannya dalam webinar  Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perihal target yang dibuat pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan.

Airlangga mengatakan “Target Pak Presiden di 2024 kemiskinan ekstrem ini adalah 0%,” ujarnnya dalam webinar, Rabu (29/9/2021)

Read More
Standar Kemiskinan Menurut Bank Dunia

Ia menyampaikan jika kita mengikuti standar global kita akan dapati definisi kemiskinan ekstrem.

Bank Dunia menggunakan estimasi konsumsi yang dikonversi ke dalam US$ Purchasing Power Parity (PPP).

Ia mengungkapkan bahwa Bank Dunia telah menetapkan dua set batasan kemiskinan internasional yaitu 1,90 US$ PPP sebagai batas extreme poverty dan 3,20 US$ PPP sebagai batas poverty.

Angka konversi PPP menunjukkan banyaknya rupiah yang dikeluarkan untuk membeli sejumlah kebutuhan barang dan jasa dengan jumlah yang sama, dalam tiap US$ 1.

Pada 2021 diperkirakan 1,9 US$ PPP setara dengan Rp 11.941,1. Hal tersebut berdasarkan estimasi konversi USD PPP pada 2017 yang digerakkan dengan perubahan IHK (Indeks Harga Konsumen) periode Maret 2017-Maret 2021. Di mana tahun 2017 1,9 US$ PPP setara dengan Rp 10.195,6 (berdasarkan data terakhir Bank Dunia).

Untuk mencapai target yang di sampaikan Airlangga, bakal menjadi pekerjaan yang berat buat pemerintah.

Pasalnya, pada 2021Tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia diperkirakan akan meningkat dari 3,8% pada 2020 menjadi 4% pada 2021.

Kemiskinan Di Indonesia

Jumlah penduduk ekstrem di Jawa Barat mencapai 1,8 juta orang dengan persentase sebesar 3,6%. Kemudian disusul oleh Jawa Timur dengan jumlah angka kemiskinan ekstrem sebanyak 1,7 juta orang dengan persentase sebanyak 4,4%, dan Jawa Tengah dengan angka kemiskinan ekstrem mencapai 1,5 juta dengan persentase mencapai 4,4%.

Baca Juga :   HOAX BERITA SINTA NURIYAH MENINGGAL, KELUARGA MENGONFIRMASI “IBU SEHAT”

“Ini harus menjadi program kita bersama baik stakeholder dan korporasi juga harus ikut membantu misalnya melalui CSR,” kata Airlangga.

Airlangga menekankan perlu adanya kerjasama berbagai pihak menangani kemiskinan di Indonesi dan demi mewujudkan target pemerintah pada tahun 2024 itu.

 

Related posts