Kekecewaan Atlet Hingga Warganet Bendera Indonesia Tak Berkibar Di Piala Thomas

Jagatberita.com – Para Atlet Indonesia perlu berbangga usai melibas China 3-0 di partai puncak, akhirnya Indonesia jadi juara.

Namun sayangnya ada yang kurang dalam momen sakral penyerahan medali kemenangan. Ternyata bendera Indonesia tidak hadir dalam peristiwa itu.

Read More

Hal ini tentunya sangat aneh bagi sebagian orang. Bagaimana bisa bendera Indonesia tak hadir dalam agenda akhir Piala Thomas tahun ini.

Inipun yang menjadi kekecewaan Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Ia mengungkapkan kekecewaannya melalui instagram (@taufikhidayatofficial). Unggahan kekecewaan Taufiq Hidayat ini mendapat respon dari netizen Twitterland hingga menjadi trending dengan tagar Taufiq Hidayat sebanyak 3566 cuitan hingga pukul 14.30 Senin 18/10/2021.

Taufik memposting foto kemenangan Indonesia dalam ajang Piala Thomas dengan caption “Selamat piala Thomas cup kembali ke INDONESIA terimakasih atas kerja kerasnya team Bulutangkis Indonesia.. tapi ada yang aneh bendera merah putih gak ada? Diganti bendera PBSI.. Ada apa dengan LADI dan pemerintah kita? Khususnya Menpora Koni dan Koi? Kerjamu selama ini ngapain aja.. Bikin malu negara Indonesia aja.. Jangan ngarep jadi Tuan rumah olympic or piala dunia..urusan kecil aja gak bisa beres.. Kacau dunia olahraga ini.”

Tak hanya Taufiq Hidayat legenda bulu tangkis Indonesia lainnya, Candra Wijaya juga merasa hal yang sama.

Rasa kecewa Candra amat tampak dari komentarnya. Dia menyatakan ketidakberadaan bendara merah putih saat Indonesia juara Piala Thomas 2020 amat ironis dan memalukan.

Baca Juga :   Pecahkan Rekor Penampilan Terbanyak Ronaldo Kalahkan Messi Dan Iker Casilas

“Ironis, pada saat merayakan kemenangan Thomas Cup, Merah Putih tidak bisa berkibar, memalukan,” ujar mantan pemain ganda putra Indonesia itu, Senin (18/10/2021).

Candra adalah salah satu pebulu tangkis yang ikut menjuarai Piala Thomas pada 2002 silam. Ia berhasil kejuaraan beregu putra sebelum Piala Thomas 2020.

Yang lebih menyedihkan, ketidakberadaan pengibaran bendera merah putih ini berkaitan dengan permasalahan Indonesia dengan World Anti Doping Agency (WADA). WADA menyebut Indonesia tidak patuh dalam program uji tes doping.

WADA mengirim surat pada Lembaga Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), 15 September 2021, terkait ketidakpatuhan program uji doping. Alhasil, Indonesia tidak bisa memenuhi Test Doping Plan (TDP) 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun ini.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga dikirimi surat peringatan itu. Mereka punya waktu 21 hari untuk memberikan klarifikasi sejak surat peringatan diterima.

Namun, Indonesia tidak memberikan klarifikasi, seperti Thailand dan Korea Utara. WADA lalu melayangkan surat sanksi pada 7 Oktober. Jadi, dampak pada teguran WADA membuat bendera merah putih tidak bisa berkibar meski Hendra Setiawan dan kawan-kawan juara Piala Thomas 2020.

Sebagaimana diketahui, ketidakberadaan pengibaran bendera merah putih ini berkaitan dengan permasalahan Indonesia dengan World Anti Doping Agency (WADA). WADA menyebut Indonesia tidak patuh dalam program uji tes doping.

WADA mengirim surat pada Lembaga Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), 15 September 2021, terkait ketidakpatuhan program uji doping. Alhasil, Indonesia tidak bisa memenuhi Test Doping Plan (TDP) 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun ini.

Hal ini mendapat reaksi netizen bahwa hal ini terjadi Akibat sikap menggampangkan masalah, administrasi yang buruk, dan komunikasi yang rombeng. Akhirnya membawa serta wajah kemenpora yang dianggap tidak bisa mengurusi masalah olahraga Indonesia.

Baca Juga :   Nostalgia Hari Olahraga Nasional

Related posts