Istilah Non-Binary dan Keberadaannya di Indonesia

Foto: Pexels/Alexander Grey

JagatBerita.com – Non-Binary atau Non Biner menjadi istilah yang banyak diperbicangkan beberapa waktu lalu. Istilah terkait gender ini mungkin terasa asing bagi sebagian orang. Lalu apa sebenarnya Non-Binary ini? Untuk lebih jelas, simak artikel berikut ini.

Apa Itu Non-Binary?

Non biner kerap disebut dalam singakatn NB, merupakan sebutan untuk kalangan yang mengklaim dirinya bukan pria dan juga bukan wanita. Non binary mungkin saja terdengar seperti  istilah baru yang mencuat dalam kehidupan sosial. Namun sebenarnya keberadaan kalangan ini sudah ada sejak zaman dahulu.

Kelompok Non-Binary ini berbeda dengan transgender atau waria. Non binary ini lebih memilih menentukan gendernya sendiri. Mereka bisa  jadi bigender, bisa fluidgender, juga bisa memiliki jadi agender. Dalam istilah psikologi kalangan Non Binary ini disebut sebagai genderqueer atau gender nonconforming.

Istilah Lain Dalam Non Binary

Ada beberapa istilah yang biasa digunakan untuk menyebut kelompok Non Binary ini. Berikut beberapa istilahnya.

  • Agender – tidak memiliki identitas gender tertentu atau memiliki identitas gender yang netral atau gender yang tidak terdefinisi. Kadang-kadang juga disebut sebagai genderless atau neutrois.
  • Bigender – memiliki dua identitas gender yang berbeda, baik baik digunakan secara bersamaan maupun sebagai alternatif.
  • Gender fluid – berpindah di antara dua atau lebih identitas gender.
  • Genderqueer – istilah yang digunakan secara umum untuk individu dengan identitas gender non biner. Beberapa orang menyebut kalangan ini sebagai genderqueer sebagai identitas utama.
  • Two Spirit – istilah yang digunakan untuk pan-tribal yang dibuat oleh suku asli Amerika untuk menggambarkan berbagai jenis kelamin dengan peran sosial dan/atau seremonial tertentu.
Baca Juga :   Mengenal Helicopter Parenting, Baikkah?

Berbeda Degan Transgender

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Non-Binary ini bebeda dengan transgender.  Seseorang disebut transgender apabila memilih kelamin atau gender yang berlawanan dari gender lahirnya.  Sedang non biner kalangan yang tidak memilih gender atau memilih kedua gender bersamaan.

Apa Itu Identitas Gender?

Masalah gender dan seksual di Indonesia masih jadi  hal tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Pada dasarnya identitas gender ini merupakan identifikasi untuk seseorang yang dikenali sebagai pria atau wanita.

Jika seseorang mengenali diri sebagai wanita, maka akan berperilaku layaknya wanita dengan ekspresi yang feminin. Sedang jika seseorang mengenali diri sebagai pria, dia berperilaku lebih maskulin. Secara umum, gender adalah pembedaan antara pria dan wanita terkait peran, fungsi, hak dan perilaku di masyarakat. Gender lebih merupakan hasil ketentuan dan budaya setempat.

Istilah gender ini sebenarnya tidak berhubungan dengan jenis kelamin.  Gender adalah bentukan manusia yang bisa berubah perannya sesuai dengan budaya. Sedangkan jenis kelamin merupakan bawaan saat seseorang terlahir, yang merupakan pemberian dari Tuhan.

Keberadaan Non Binary di Indonesia

Kalangan ini di Indonesia dikategorikan sebagai LGBTQ. Masalah gender semacam ini di Indonesia masih sangat sensitive, kalangan LGBTQ sendiri dianggap tabu. Keberadaan kelompok ini dianggap berlawanan dengan norma susila dan budaya yang berlaku. Begitu pula dari sisi agama yang ada di Indonesia.

Sementara dari segi hukum, sudah sejak lama ada wacana dari pemerintah untuk memasukan masalah LGBT ini dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).  Namun hingga saat ini belum terwujud lantaran masih ada pro dan kontra.

Beberapa kalangan menganggap aturan pidana pada kalangan LGBT ini sebagai pelenggaran HAM. Sedang kalangan lainnya juga mendesak diberlakukannya hukuman pasti.  Dengan bebagai permasalahan pro dan kontra ini, meski Rancangan Undang-Undang terkait masalah ini sudah dibuat, namun belum disahkan.

Baca Juga :   Mengenal Helicopter Parenting, Baikkah?

Related posts