Kontroversi Kritik Rasis Pedro Bravo Pada Tarian Selebrasi Vinicius Junior

Tarian selebrasi yang dilakukan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior pada pertandingan sepakbola  Spanyol pada Jumat (16/9/22) menuai berbagai komentar di media sosial. Hal ini berawal dari komentar berbau rasis yang dilontarkan Pedro Bravo, yang menyebut Vinicius untuk menghentikan “tarian Monyet-nya” dan melakkannya di Brasil saja.

Bukan Ejekan Rasis Pertama

Sementara banyak komentar yang mengecam pimpinan agen Sepakbola Spanyol  ini, Vinicius sendiri menanggapi dengan lebih santai. Striker Real Madrid ini mengatakan bahwa ini bukanlah ejekan berbau rasis pertama yang pernah diterimanya terkait tarian kemenangannya.

Dalam postingannya di Twitter pribadinya, pesepakbola berusia 22 tahun ini mengtakan bahwa tarian yang dilakukannya adalah ungkapan kebahagaan seorang Brasil yang menang di Eropa. Dan kebahagiaan kemenengan itu sering dianggap mengganggu. Meski demikian, itu tidak mengurangi tekadnya untuk terus menang.

Ia mengatakan, bahwa dirinya adalah korban xenofobia dan rasis. Tetapi bukan yang pertama. Vinicius mengatakan bahwa tarian yang dilakukannya bukanlah miliknu pribadi, tetapi juga miliki pemain lain seperti Ronaldinho, Neymar, [Lucas] Paqueta, [Antoine] Griezmann, Joao Felix, Matheus Cunha.

Tarian itu juga milik seniman funk dan samba Brasil, penyanyi reggaeton, dan kulit hitam Amerika.  Jadi, ia berharap untuk dihormati dan berjanji tidak akan berhenti melakukanya.

Real Madrid Ancam Lakukan Tindakan Hukum

Sementara itu, klub sepakbola Real Madrid sendiri mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap pelaku yang memberikan pernyataan rasis pada pemainnya. Klub besar Spanyol ini menyatakan dengan tegas menolak segala jenis ekepresi dan tindakan yang berbau rasis dan dan xenofobia di lapangan sepak bola. Begitu pula dalam kehidupan secara umum.

Baca Juga :   RB Leipzig: Dulu Dibenci, Sekarang Berprestasi

Real Madrid juga menyatakan akan memberikan dukungan penuh pada Vinicius Junior. Menyebutkan bahwa seorang pemain yang memahami sepak bola mengungkapkan berdasarkan kegembiraan, rasa hormat, dan sportivitas.

Secara umum Madrid, menyatakan bahwa sepakbola yang merupakan olahraga gobal haus menjadi contoh nilai dan konsistensi. Pernyataan klub ini diakhiri dengan ancaman tegas bahwa klub akan menginstruksikan tindakan hukum terhadap siapapun yang menggunakan ekspresi rasis pada pemainnya.

Pedro Bravo Meminta Maaf

Pedro Bravo, yang merupakan presiden Asosiasi Agen Spanyol, akhirnya mengklarifikasi di Twitter-nya bahwa dia memaksudkan menyebut “tarian monyet” sebagai metaforis dari tarian Vinicius. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.

Bravo juga menyatakan ia dengan tulus meminta maaf atas komentarnya. Ia awalnya hanya mengkritik Vinicius yang dianggapnya tidak menghargai lawannya dengan tarian kemenangan golnya itu. Namun kata-kata yang digunakannya dalam berkomentar justru mengakibatkan pendapat terkait raisme yang meluas di media sosial.

Dukungan Pemain Lain

Meski sudah meminta maaf, Bravo masih tetap mendapat kritikan pedas, diantara yang melakukan kritikan adalah Pele dan Federasi Sepakbola Brasil. Pele membela  Vinicius dan menyatakan bahwa sepakbola adalah kegembiraan dan bisa dirayakan denga menari atau berpesta. Terlepas bahwa masih ada rasisme, kenyataan ini tidak akan menghentikan untuk memperjuangkan hak untuk bahagia.

Selain Pele, beberapa pemain Brasil lain juga secara terbuka mendukung Vinicius. Neymar menyatakan dukungannya untuk rekan setim nasionalnya di Twitter, dan ini diikuti oleh gerakan besar lainnya dari pemain seperti Raphinha, Thiago Silva, Richarlison, Bruno Guimaraes di Instagram.

Sementara itu pelatih Madrid, Carlo Ancelotti tidak memahami masalah tarian selebrasi yang jadi kontroversi ini, menurutnya, insiden tarian ini sendiri bahkan tidak dibicarakan di ruang ganti klub. Namun ia juga memberikan dukungan pada Vinicius, menyebut pesepakbola ini bagus dalam menari samba dan berhak untuk merayakan dengan tarian.

Baca Juga :   Kisah Romantis Sang Juara Piala Thomas 2020 Mohammad Ahsan

Related posts