Shopee PHK Karyawan, Prospek e-Commerce Indonesia Tetap Positif

JagatBerita.com – Shopee sebagai satu perusahaan e-commerce besar yang ada di Indonesia akhirnya membuat keputusan melakukan pengurangan karyawan. Shopee PHK karyawan dengan jumlah yang cukup besar pada Senin (19/9/2022).

Rencana Pengurangan Karyawan Sejak Juni

Isu tentang pengurangan karyawan Shopee ini sebenarnya sudah berkembang sejak Juni 2022 lalu. Namun pada Juni lalu, Shopee membantah telah melakukan PHK karyawan.

Shophee sendiri sudah memiliki rencana untuk melakukan pengurangan pegawai di beberapa negara oprasional. Dan pada September ini sejumlah karyawan Shopee di Indonesia juga terkena dampak kebijakan global perusahaan ini.

Akibat Kondisi Ekonomi Global

Shopee PHK karyawan ini dibuat bukan tanpa alasan. Perusahaan e-commerce ini menyatakan dengan terpaksa harus mengambil langkah penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Dengan keadaan ini perusahaan melakukan evaluasi untuk beradaptasi dan juga membuat preoritas bisnis agar bisa lebih efisien.

Walau sudah melakukan berbagai penyesuaian bisnis, namun PHK tetap harus dilakukan. Walau menjadi keputusan sulit, namun  disebutkan ini menjadi langkah yang tidak terhindarkan yang harus dilakukan oleh perusahaan.

Tetap Dapat Pesangon

Meski PHK yang dilakukan tanpa memberikan pemberitahuan sebelumnya, namun Shopee tetap menjalankan prosedur pemecatan sesuai dengan peraturan dengan memberikan pesangon pada karyawan yang terdampak.

Selain pesangon, pegawai yang terkena PHK ini juga mendapatkan satu kali gaji hingga bulan berikutnya.  Karyawan yang bersangkutan juga masih mendapat tanggungan Asuransi Kesehatan sampai akhir tahun dengan manfaat penuh.

Layanan Tetap Berjalan Seperti Biasa

Meski terjadi PHK, layanan Shopee tidak terpengaruh. Operasional bisnis perusahaan e-commerce ini tetap berjalan seperti biasanya. Shopee akan tetap melayani jutaan pembeli dari seluruh Indonesia. Begitu pula dengan mitra dan pejual UMKM lokal di 514 kota di Indonesia.

Baca Juga :   Timah Langka Picu Harganya Semakin Meroket

Meski melakukan pemecatan 187 karyasan atau sebanyak 3% dari seluruh karyawan, Shopee juga telah membantu pelaku bisnis lokal bertumbuh dengan usaha online. Saat ini Shopee juga mulai fokus untuk mencapai kemandirian dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk menghadapai ketidakpastian ekonomi global. Dengan lebih fokus, diharapkan operasional perusahaan tetap stabil.

Penutupan Perusahaan Shopee di Beberapa Negara

Shopee memiliki perusahaan operasional di beberapa wilayah di luar Asia Tenggara. Namun beberapa dari usaha Shopee di negara-negara ini ditutup pada 2022 ini. Berawal pada Maret 2022 lalu usaha di Perancis dan India dinyatakan tutup.

Lalu pada bulan September 2022 ini, beberapa wilayah bisnis di Chile, Meksiko, Kolombia dan Argentina juga di tutup. Alasan penutupan ini disebutkan sebagai imbas dari ketidakpastian ekonomi makro. Sedang di Indonesia sendiri hanya berimbas PHK 3% karyawan. Penutupan bisnis dan PHK yang dilakukan Shopee ini sebenarnya juga sebagai imbas dari kondisi keuangan induk perusahaan, yaitu Sea Ltd.

Perusahaan berbasis teknologi dari Singapura ini sedag mengaamo masalah keuangan lantaran adanya perlambatan ekonomi yang jadi ancaman perusahaan teknologi. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan ini melakukan efisiensi di beberapa perusahaan operasional, termasuk Shopee Indonesia.

Prospek e-Commerce Indonesia Masih Positif

Masalah Shopee PHK karyawan ini sebenarnya tidak membawa dampak buruk pada prospek belanja online Indonesia. Seperti dilansir dari medcom.id, menurut laporan SYNC Asia Tenggara Meta dan Bain & Company masa depan e-commerce di wilayah Indonesia masih cenderung positif.

Disebutkan lebih dari 80 persen konsumen Indonesia masih menjalani proses pra dan pascapembelian secara online. Sedang media belanja offline masih dianggap memiliki nilai penting pada saat tahap pembelian.Menilik dari laporan ini, prospek jangka panjang di wilayah Asia Tenggara, angka ini masih sangat menjanjikan.

Baca Juga :   Setelah Lebaran Harga Telur Ayam Masih Mahal, Ternyata Ini Penyebabnya

Related posts