Info Penting BMKG Bantu Pemda Lakukan Pencegahan Bencana

JagatBerita.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini banyak memberikan informasi yang berguna untuk masyarakat. Berbagai informasi yang diberikan dapat digunakan oleh pihak pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan bencana dan penanganannya.

Informasi Deteksi Titik Panas di Kaltim

BMKG Stasiun Balikpapan beberapa waktu lalu mendeteksi adanya 87 titik panas yang ada di wilayah provinsi Kalimantan Timur. Sebaran titik panas ini telah terpantau sejak Kamis (22/9/22). Adapun wilayah sebaran titik panas ini ada di lima kabupaten di Kaltim.

Read More

Wilayah ini antara lain di Kutai Barat yang terdapat lima titik. Lalu di Kutai Timur terdapat delapan titik. 18 titik sebaran ada di wilayah Kutai Kartanegara. Wilayah Berau terdapat 27 titik sebaram dam 29 titik panas ada di Mahakam Ulu.

Untuk menindaklanjuti masalah ini, BMKG telah meneruskan informasi ini pada instansi terkait. Informasi ini utamanya disampaikan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat Provinsi Kaltim. Kabupaten-kabupaten yang terdekteksi juga telah diberikan informasi secara langsung.

Potensi Bencana Hidrometeorologi di Wilayah Sumsel

BMKG juga telah memberikan prediksi terkait dampak masalah peralihan musim dari kemarau ke penghujan di wilayah Sumatera Selatan. Perubahan musim ini akan memungkinkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur seluruh provinsi ini.

Baca Juga :   Unggahan Idol K-Pop Seola WJSN yang bikin Netizen gagal fokus 

Cuaca buruk ini disebutkan sebagai pengaruh dari La Nina. Dengan adanya fenomena ini curah hujan lebat akan lebih sering terjadi. Namun meski curah hujan tinggi, masih tetap ada kondisi Hari Tanpa Hujan yang berlangsung 3 hingga 5 hari.

Cuaca ekstrim ini bisa menimbulkan keadaan rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Pihak BMKG sudah meneruskan informasi ini Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sumatera Selatan. Dengan informasi yang dibagikan ini pemerinta daerah memiliki persiapan penanggulangan bencana, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terkena dampak cuaca ekstrim ini.

Fenomena Equinox di Jawa Timur

Beberapa wilayah di Jawa Timur disebutkan mengalami peningkatan suhu hingga 33 – 34 derajat celcius. Menurut keterangan BMKG, kondisi cuaca panas di Jawa Timur ini lebih banyak disebabkan oleh efek dari puncak musim kemarau.

Pada bulan Agustus – September ini merupakan puncak dari musim kemarau. Beberapa wilayah Jatim, termasuk Surabaya juga mengalami peningkatan suhu.Masalah peningkatan suhu ini juga dipicu adanya fenomena equinox. Fenomena ini terjadi pada saat matahari melintasi garis khatulistiwa secara periodik. Equinox ini terjadi dua kali selama setahun di bulan Maret dan September.

Adanya fenomena ini menyebabkan beberapa wilayah yang dekat dengan equator mengalami peningkatan suhu. Suhu panas di Jawa Timur ini akan berlangsung hingga Oktober. Hal ini adanya fenomena kulminasi yang terjadi setelah equinox. Fenomena ini terjadi akibat posisi matahari yang tepat  di atas wilaya tertentu. Untuk Jawa Timur akan terjadi pada September sampai akhir Oktober.

Gelombang Tinggi di NTT dan NTB

BMKG juga memberikan peringatan terkait gelombang tinggi yang bisa terjadi di wilayah NTT dan NTB. Gelombang dengan tinggi 2,5 meter hingga 4 meter bisa terjadi di wilayah perairan NTT. Gelombang tinggi ini diperkirakan terjadi sekitar tangg 24 September hingga 26 September 2022.

Baca Juga :   BKN Temukan Indikasi Kecurangan Seleksi CPNS 2021

Beberapa wilayah perairan yang bisa terdampak seperti di Laut Sawu , Selat Flores-Lamakera, perairan Kupang-Rote, Selat Alor-Pantar dan juga wilayah Samudera Hindia selatan Sumba-Sabu. Sedangkan di wilayah NTB potensi gelombang 2 meter bisa terjadi di wilayah Selat Lombok bagian utara dan selatan, lalu di wilayah Selat Sape bagian selatan demikian juga di wilayah Samudra Hindia di perairan NTB.

Related posts